Penerapan Sistem Informasi di Bidang Psikologi

13 Nov

Sistem informasi adalah kombinasi dari teknolgi dan aktivitas orang yang menggunakan teknologi itu untuk mendukung operasi dan manajemen (Intan, Chi, & Palit, 2015). Dalam arti yang sangat luas, istilah sistem informasi yang sering digunakan merujuk kepada interaksi antara orang, proses algoritmik, data dan teknologi.

Sistem informasi merupakan tipe khusus dari sistem kerja, dimana sistem kerja adlah suatu sistem dimana manusia dan atau mesin melakukan pekerjaan dengan menggunakan sumber daya untuk memproduksi produk tertentu atau jasa bagi pelanggan, dengan begitu, sistem informasi adalah suatu sistem kerja yang kegiatannya ditunjukkan untuk pengolahan (menangkap, transmisi, menyimpan, mengambil, memanipulasi dan menampilkan) informasi. (Alter dalam Intan, chi, & Palit, 2015).

Dari uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa sistem informasi adalah kombinasi dari teknologi dan aktivitas orang yang menggunakan teknologi, yang kegiatannya ditunjukkan untuk pengolahan (menangkap, transmisi, menyimpan, mengambil, memanipulasi dan menampilkan) informasi.

Sistem informasi diterapkan di berbagai bidang ilmu salah satunya adalah psikologi. Mungkin sebagian dari kita masih bingung bagaimana bisa psikologi memasukkan sistem informasi ke dalam disiplin ilmunya. Hal tersebut memang benar ada, mengingat ilmu psikologi memiliki keterbatasan waktu dan juga sumber daya manusianya ketika melakukan pemeriksaan psikologis. Berikut ini adalah beberapa penerapan sistem informasi di bidang psikologi:

  1. Dalam melakukan penyeleksian karyawan di perusahaan, digunakan software alat tes demi efisiensi waktu dan tidak membuang banyak tenaga para tenaga penyeleksian.
  2. Tes IQ (Intelligence Quotient), tes ini berisi hitungan, gambar atau analogi kata. Denfab menggunakan komputer tes, diharapkan hasil tes dapat diolah dengan cepat.
  3. Melakukan konseling secara online. Jika ada klien yang tidak memiliki waktu itu bertemu langsung dengan psikolog, bisa berkonsultasi secara online, baik dengan aplikasi chatting atau via email.
  4. Tes Rorschach, merupakan tes psikologis untuk mengungkap kepribadian seseorang. Tes ini berupa tes bercak tinta, dimana klien diminta untuk mengungkapkan apa yang dilihat atau membentuk apa dari sebuah pola bercak tinta. Tes ini dapat diakses melalui http://theinkblot.com.
  5. Tes EPPS, merupakan tes psikologis yang juga bertujuan untuk mengungkap kepribadian seseorang. Pada tes ini, kita diminta untuk memilih salah satu dari dua pernyataan, dimana pernyataa tersebut merupakan hal yang mendekati atau sesuai dengan kepribadian kita.

Sumber:

http://ana.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/33562/SISTEM+INFORMASI.ppt

Intan, R., Chi, C. H., Palit, H. N. (2015). Intelligence in The Era of Big Data. Springer: New York

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: