Tugas 2 Psikoterapi

5 May

A. Pengertian terapi kelompok

Dalam terapi ini, psikoterapis mengajak beberapa orang dalam proses terapi. Orang-orang itu bisa terdiri atas sesama pasien dengan persoalan yang sejenis, bisa juga pasien dan keluarganya. Tujuannya adalah agar di bawah arahan psikoterapis, orang-orang dalam kelompok itu bisa saling berbagi dan saling mendorong untuk kesembuhan (Corey dalam Sarwono, 2012).

Sejalan dengan Corey, menurut Elvira (2014), Terapi kelompok dilakukan terhadap sekelompok pasien (misalnya enam atau delapan orang), oleh satu atau dua terapis. Kelompok ini dapat terdiri atas pasien-pasien dengan gangguan yang berbeda atau dengan problem yang sama. Diharapkan mereka dapat memberikan dukungan dan harapan serta dapat belajar tentang cara baru mengatasi problem yang dihadapi.

Menurut American Association of Group Worker & Grace L. Coyle (dalam Suharto, 2007), Terapi kelompok memungkinkan berbagai jenis kelompok berfungsi sedemikian rupa, sehingga interaksi kelompok dan kegiatan-kegiatan program memberikan kontribusi pada pertumbuhan individu-individu dalam pencapaian tujuan-tujuan sosial yang diinginkan.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa terapi kelompok adalah orang-orang dalam kelompok, saling berbagi dan saling mendorong untuk kesembuhan, dimana orang-orang tersebut memiliki gangguan atau problem yang sama atau berbeda yang diharapakan dapat belajar tentang cara mengatasi problem serta berkontribusi pada pertumbuhan individu-individu dalam pencapaian tujuan-tujuan sosial yang diinginkan.

B. Cara melakukan terapi kelompok

Dalam melakukan terapi kelompok, permasalahan yang akan dibahas, dipertahankan setiap minggu, yang berlangsung selama satu sampai satu setengah jam, dan terapi ini berlanjut untuk satu hingga dua tahun. Melakukan terapi kelompok, dibagi menjadi beberapa tipe, diantaranya:

  1. Kelompok eksplorasi interpersonal

Tipe ini paling umum dilakukan di dalam terapi kelompok. Tujuan terapi ini adalah mengembangkan kesadaran diri tentang gaya hubungan interpersonal. Di dalam tipe ini, pasien mendapat umpan balik korektif dari pasien lainnya. Oleh karena itu, dapat meningkatkan harga diri pasien

  1. Kelompok bimbingan-inspirasi

Dalam tipe ini, anggota yang dipilih adalah yang memiliki permasalahan yang sama. Para anggota memaksimalkan nilai diskusi satu sama lain dan juga mereka membuat kelompok persahabatan.

  1. Terapi berorientasi psikoanalitik

Terapis melakukan interpretasi tentang konflik bawah sadar pasien dan memprosesnya dari observasi interaksi antar anggota kelompok

Tahap-tahap dalam pelaksanaan terapi kelompok (Zastrow dalam Suharto, 2007):

  1. Tahap intake

Tahap ini ditandai dengan adanya pengakuan mengenai masalah spesifik yang mungkin tepat dipecahkan melalui pendekatan kelompok. Kesadaran ini mungkin dihaslkan dari pengungkapan masalah oleh klien sendiri atau berdasarkan penelaahan situasi oleh terapis. Tahap ini disebut juga kontrak antara terapis dengan klien, karena pada tahap ini dirumuskannya persetujuan dan komitmen antara mereka unruk melakukan kegiatan-kegiatan perubahan tingkah laku.

  1. Tahap assessmen dan perencanaan intervensi

Pemimpin kelompok bersama dengan anggoota kelompok mengidentifikasi permasalah, tujuan-tujuan kelompok serta merancang tindakan pemecahan masalah. Kelompok berjalan secara dinamis dan perlu penyesuaian tujuan-tujuan.

  1. Tahap penyeleksian anggota

Penyeleksian anggota harus dilakukan pada orang-orang yang paling mungkon mendapatkan manfaat dari struktur kelompok dan keterlibatannya dalam kelompok. Komposisi kelompok (usia, jenis kelamin, status sosial) adalah faktor yang dipertimbangkan dalam tahap ini. Selain itu, ketertarikan individu terhadap kelompok jug diperhatiakn karena anggota yang memiliki perasaan positif akan terlibat dalam berbagai kegiatan kelompok secara teratur dan konsisten.

  1. Tahap pengembangan kelompok

Norma-norma, harapan, nilai-nilai dan tujuan-tujuan akan muncul pada tahap ini dan akan mempengaruhi serta dipengaruhi oleh aktivitas dan relasi yang berkembang dalam kelompok. Terapis berperan aktif mendorong kelompok mencapai tujuan.

  1. Tahap evaluasi dan terminasi

Evaluasi merupakan proses yang berkelanjutan, karena evaluasi tidak selalu dilakukan pada tahap akhir suaru kegiatan. Evaluasi diartikan sebagai pengidentifikasian atau pengukuran terhadap proses dan hasil kegiatan kelompok secara menyeluruh, sedangkan pemantauan proses keberhasilan kelompok yang dilakukan pada setiap fase dapat disebut sebagai monitoring.

D. Kasus-kasus yang dapat diselesaikan dalam terapi kelompok

  • Kecanduan minuman keras atau beralkohol
  • Kekerasan seksual
  • Kecemasan
  • Peristiwa traumatis

E. Contoh terapi kelompok

Suatu komunitas Alcoholic Anonymous (AA) melakukan pertemuan secara rutin dan sering dimana para anggota baru berdiri untuk memberitahukan bahwa mereka adalah seorang alkoholik, dan para anggota lama yang sudah sembuh memberikan kesaksian mengenai masalah ketergantungan alkohol yang pernah mereka alami dan menyampaikan bagaimana kehidupan mereka saat ini telah menjadi lebih baik. Kelompok tersebut memberikan dukungan emosional, pengertian, dan konseling dekat bagi peminum bermasalah serta kehidupan sosial agar terlepas dari pengisolasian diri. Para anggota AA didorong untuk saling menelpon satu sama lain kapanpun mereka membutuhkan teman dan dorongan untuk tidak kembali minum. Kepada setiap anggota AA ditanamkan keyakinan bahwa penyalahgunaan alkohol merupakan penyakit yang tidak pernah dapat disembuhkan, dan diperlukan kewaspadaan yang terus-menerus agar dapat menahan diri untuk tidak minum walaupun hanya sekali karena bila terjadi demikian, kebiasaan minum yang tidak terkendali akan berulang kembali

Sumber:

Kusumawardhani, AAAA., et al. Buku Ajar Psikiatri. Jakarta: Badan Penerbit FKUI., 2014

Sarwono, S.W. (2012). Pengantar Psikologi Umum. Jakarta: Rajawali Pers

Suharto, E. (2007). Pekerjaan Sosial di Dunia Industri: Memperkuat Tanggungjawab Sosial Perusahaan (Corporate Social Responsibility). Bandung: Refika Aditama.
Nama  : Annisa Riska
Kelas   : 3PA09
NPM    : 10512977

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: