Psikologi Manajemen (Tugas 3)

27 Jan

1. Peranan konflik dalam mengembangkan manajemen di perusahaan adalah sebagai dinamika di dalam perusahaan tersebut, atau dengan kata lain, konflik menghidupkan perusahaan tersebut untuk mencapai tujuan. Konflik itu wajar dan perlu digarisbawahi bahwa konflik tidak selalu negatif. Bahkan, konflik dapat berperan sebagai pemacu semangat, kreativitas, dan ide serta argumen dari orang-orang di suatu perusahaan yang ingin membuat perusahaannya menjadi lebih baik.

Contoh kasus: konflik internal PSSI, dimana menpora ingin membentuk tim Sembilan namun ditolak oleh sebagian anggota PSSI. Konflik tersebut masih berlanjut hingga saat ini dan masih belum ada penyelesaian diantara keduanya. Konflik yang terjadi ini menyebabkan PSSI yang sebentar lagi akan mengadakan pemilihan umum ketua PSSI, mengalami penurunan peminat yang ingin melamar menjadi ketua PSSI. Konflik internal ini terjadi karena buruknya manajemen organisasi di PSSI, sampai-sampai menimbulkan disharmonisasi dengan para pemain sepak bola. Orang-orang yang terlibat di PSSI hanya berharap PSSI itu seperti apa, bukan PSSI mau menjadi apa, dan terjadilah tarik menarik di dalam PSSI itu sendiri.

Menurut saya, konflik yang terjadi di dalam PSSI ini bisa ditangani dan diselesaikan dengan baik asalkan orang-orang di dalamnya mau membenahi diri masing-masing dan tidak berorientasi “saya” namun “kita” dan bisa mendengarkan ide atau argument orang lain dengn baik, dan tidak bersikap reaktif karena semuanya perlu dicerna dan ditelaah terlebih dahulu. Perlu ada orang-orang yang bisa menengahi masalah ini, tidak harus pemerintah atau menpora, tetapi dari dalam PSSI itu sendiri. Selain itu, PSSI juga bisa belajar dari anak buahnya, yaitu klub-klub bola nasional mengenai manajemen organisasi dan SDM, seperti misalnya PERSIB. PERSIB bisa dikatakan sebagai salah satu klub yang sangat jarang mengalami konflik. Membangun sepak bola tidak hanya dari pemainnya saja, tetapi seluruh manajemen, dari atasan hingga bawahan.

Cara penyelesaian:
1. Adanya kompromi satu sama lain
2. Mengakui adanya konflik, sehingga jelas masalah apa yang melatarbelakangin konflik
3. Mendengarkan ide atau argument satu sama lain, jangan langsung reaktif, tetapi didengar dan dicerna terlebih dahulu hingga akhirnya dapat memutuskan apakah argumentnya bisa diterima atau tidak
4. Bersama-sama mencari jalan keluar dari konflik
5. Membuat kesepakatan seperti misalnya waktu dan tempat untuk menyelesaikan konflik secara bersama-sama. Contoh: rapat mingguan, mediasi

2. Peranan kepemimpinan untuk mengatasi konflik structural dan konflik fungsi kerja dalam sistem manajemen di perkantoran adalah menciptakan rasa aman di dalam sistem kerja suatu perkantoran, sehingga bawahan dalam melaksanakan tugas-tugasnya merasa tidak terganggu oleh segala perasaan gelisah, kekhawatiran. Pemimpin juga berperan dalam keluasan hubungan sosial, yang artinya pemimpin harus memiliki emosi yang stabil untung menghargai dan dihargai orang lain, sehingga jika terjadi konflik dapat diatasi dengan baik. Selain itu, pemimpin perlu memeriksa masing-masing pihak sehingga jangan sampai ada pihak yang merasa dirinya paling benar, dan pemimpin juga tidak boleh berpihak kepada siapapun.

Contoh kasus:
Pekerja PT. Freeport dengan PT. Freeport mengalami konflik akibat permasalahan upah yang dibayarkan kepada pekerja atau karyawan, sehingga menyebabkan para pekerja melakukan aksi mogok kerja. Dirjen Mineral dan Batubara Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral, Thamrin Sihite, mengatakan bahwa perusahaan dan pekerja harus duduk bersama dan membicarakan solusi. Namun dari pihak PT. Freeport merasa sudah menunjukkan kebaikan dari sisi upah, sedangkan para pekerja merasa bahwa upah yang dibayarkan tidak sepada dengan pekerjaan. Untuk itu, pemerintah dan kementrian ESDM meminta kepada manajemen PT. Freeport untuk menyampaikan hal teknis mengenai upah, apakah sudah sesuai dengan standard upah minimum yang ditetapkan oleh Kementrian Tenaga Kerja. Sebanyak 8000 pekerja PT. Freeport melakukan aksi mogok kerja karena PT. Freeport terutama manajemennya dianggap tidak bersedia membuka ruang untuk mengadakan perundingan perjanjian kerja

Mantan karyawan PT Sosro, Junianto, yang bergerak di bidang usaha penjualan minuman teh botol, kini duduk di kursi pesakitan Pengadilan Negeri Tanjungpinang sebagai terdakwa karena adanya pengaduan pihak manajemen PT Sosro dengan tuduhan telah memecahkan beberapa botol kosong teh sosro dengan nilai kerugian lebih kurang Rp200.000. Seorang saksi, Andi Rio, menjelaskan bahwa sebenarnya alat bukti yang dihadirkan jaksa berupa nota asli perusahaan PT AYF CIEZAR yang merupakan rekanan agen penyalur minuman teh botol sosro, tidak ada tulisan yang menyatakan kalau ada botol pecah dan diduga ada upaya manipulasi data yang diduga dilakukan oleh oknum PT Sosro. Saksi juga mengatakan bahwa seperti ada unsur sakit hati antara PT Sosro dengan mantan karyawannya tersebut. Pihak manajemen PT Sosro terkesan sengaja untuk menghindar dari pembayaran uang pesangon Junianto, maka dari itu Junianto membawa permasalahan ini ke pengadilan agar pihak manajemen PT Sosro segera menyelesaikan kewajibannya.

Cara penyelesaian: dari kedua kasus di atas, ada beberapa cara untuk menyelasaikan konflik dengan baik
1. Lakukan pertemuan dengan pihak atasan, hal ini setidaknya bisa membuat karyawan dapat bicara dari hati ke hati dan dengan kepala dingin.
2. Dengarkan dengan baik saat atasan bicara, usahakan tidak memotong pembicaraan, meskipun karyawan tersebut tahu bahwa dia benar.
3. Jika dua cara diatas dirasa belum membuahkan hasil, maka peran pihak ketiga diperlukan, seperti staff HRD yang biasanya memiliki pandangan yg objektif dan netral.

3. Pandangan saya tentang praktek dehumanisasi dalam praktek manajemen adalah perusahaan sampai saat ini masih menganggap karyawannya sebagai barang, sehingga banyak perusahaan dengan angkuhnya menggunakan karyawannya sebagai barang/alat untuk mencapai keuntungan yang maksimal dan karyawan tetap tunduk dengan perusahaan karena takut dengan perusahaan dan takut tidak gajinya dipotong atau bahkan dikeluarkan jika melanggar aturan perusahaan. Kadang perusahaan suka membuat prejudis (respon emosi negatif dan subjektif) misalnya laki-laki dianggap kurang teliti dalam bekerja, sehingga terkadang perusahaan merekrut wanita sebagai pekerjanya.

Contoh kasus:
Pabrik Apple di Shanghai, China, dianggap melakukan eksploitasi kerja para karyawannya. Apple melakukan pelanggaran terhadap standar waktu kerja, asrama, dan bahkan soal pekerja anak. Shift kerja terpanjang yang dialami oleh pekerjannya adalah selama 16 jam non-stop. Banyak pekerjanya yang tidak bisa tidur karena merasa tertekan dengan pekerjaannya dengan tuntutan yang tinggi. Apple pun menjadi sorotan atas kejadian ini. Hal ini termasuk dalam pelanggaran, yaitu agresi. Karena jam kerja yang tidak normal itu secara perlahan menyakiti karyawan, tidak hanya fisik, tetapi juga psikis.

Seorang muslimah berdarah Maroko, mantan karyawan perusahaan Walt Disney, telah mengajukan gugatan terhadap perusahaan entertainment tersebut atas penghinaan dan diskriminasi saat sedang bekerja hanya karena ia seorang muslim. Muslimah Maroko tersebut telah menjadi warga Negara Amerika, namun sejak awal bekerja, ia mendapat penghinaan rasis karena keyakinannya. Selama dua tahun bekerja, ia dipanggil dengan sebutan ‘unta’. Selain muslimah Maroko tersebut, karywan lainnya, Budlal, dianggap oleh pihak Disney Land bahwa kerudungnya tidak sesuai dengan kode berpakaian perusahaan. Disney memecat Budlal hanya karena Budlal menolak untuk memakan topi besar ala Disney di atas kerudungnya.

Sumber:

http://olahraga.kompasiana.com/bola/2015/01/20/pssi-harus-belajar-pada-persib-718132.html

http://tantojunio.blogdetik.com/?p=39

http://ernanurlinasari.blogspot.com/2014/09/konflik-antara-perusahaan-dan-karyawan.html

http://www.arrahmah.com/read/2012/08/15/22424-muslimah-mantan-karyawan-walt-disney-mengaku-dihina-dan-didiskriminasi-saat-bekerja.html

Nama: Annisa Riska Medita

Kelas: 3PA09

NPM: 10512977

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: