Psikologi Manajemen (Tugas 2)

9 Nov
  1. Teori motivasi yang tepat untuk bisa menggerakkan proses kerja karyawan adalah:
  • Teori motivasi kepuasan

        Teori ini mendasarkan pada faktor-faktor kebutuhan dan kepuasan individu sehingga mau melakukan aktivitas. Teori ini mencoba mencari tahu tentang kebutuhan apa yang dapat mendorong semangat kerja seseorang. Semakin tinggin standar kebutuhan dan kepuasan yang diinginkan, maka semakin giat seseorang untuk bekerja. Teori kepuasan (content theory) terdiri dari:

  • Teori Hierarki Kebutuhan (Need Hierarchi) dari Abraham Maslow

Menurut teori ini, kebutuhan dan kepuasan pekerja identic dengan kebutuhan biologis dan psikologis, yaitu berupa materil maupun non-materil. Dasar dari teori ini adalah bahwa manusia makhluk yang keinginannya tak terbatas dan tanpa henti, alat motivasinya adalah kepuasan yang belum terpenuhi serta kebutuhannya yang berjenjang. Dimulai dari jenjang yang paling rendah, yaitu:

  1. Kebutuhan fisiologis. Kebutuhan yang timbul berdasarkan kondisi fisiologikal badan kita, seperti kebutuhan untuk makan dan minum, kebutuhan akan oksigen. Kebutuhan fisiologis merupakan kebutuhan primer yang harus dipenuhi. Jika kebutuhan ini tidak dipenuhi, maka individu akan berhenti eksistensinya.
  2. Kebutuhan rasa aman. Kebutuhan ini mencakup kebutuhan untuk dilindungi dari bahaya dan ancaman fisik.
  3. Kebutuhan sosial. Kebutuhan ini mencakup memberi dan menerima persahabatan, cinta kasih, rasa memiliki. Setiap orang ingin menjadi anggota kelompok sosial, ingin mempunyai teman, kekasih. Dalam pekerjaan, dijumpai kelompok informal yang merupakan kegiatan untuk memenuhi kebutuhan sosial seorang tenaga kerja.
  4. Kebutuhan harga diri, mencakup dua jenis yaitu faktor internal seperti kebutuhan harga diri, kepercayaan-diri, otonomi dan kompetensi, faktor yang kedua adalah faktor eksternal, seperti kebutuhan yang menyangkut reputasi, kebutuhan untuk dikenal dan diakui.
  5. Kebutuhan aktualisasi-diri. Kebutuhan untuk melakukan pekerjaan sesuai dengan kemampuan yang dirasa dimiliki. Kebutuhan ini mencakup kebutuhan untuk menjadi kreatif, kebutuhan untuk dapat merealisasikan potensinya secara penuh dan menekankan kebebasan dalam melaksanakan tugas pekerjaannya.

    Dalam situasi dan kondisi tertentu, kebutuhan-kebutuhan pada tata  kebutuhan ini dapat menimbulkan motivasi proaktif dan reaktif. Lingkungan kerja besar pula pengaruhnya terhadap corak motivasi kerja seseorang. Paksaan yang dirasakan seseorang dalam lingkungan kerjanya, akan menghasilkan motivasi kerja yang reaktif, sebaliknya lingkungan kerja dapat pula merangsang timbulnya motivasi kerja yang     proaktif

  • Teori Dua Faktor (Two Factors) dari Frederick Herzberg
  1. Faktor-faktor pemeliharan (Maintenance Factor)

            Merupakan faktor-faktor pemeliharaan yang berhubungan dengan hakikat pekerja yang ingin memperoleh ketentraman. Kebutuhan ini akan berlangsung terus menerus, sepeti misalnya makan-kenyang-lapar. Dalam bekerja, kebutuhan ini misalnya gaji, kepastian pekerjaan dan supervisi yang baik.

  1. Faktor-faktor motivasi

             Faktor-faktor ini merupakan faktor-faktor motivasi yang menyangkut kebutuhan psikologis yang berhubungan dengan penghargaan terhadap pribadi yang secara langsung berkaitan dengan pekerjaan, misalnya ruangan yang nyaman, penempatan kerja yang sesuai.

              Teori dua faktor ini disebut juga dengan konsep Higiene, yang mencakup:

  • Isi pekerjaan:
  • Prestasi
  • Pengakuan
  • Pekerjaan itu sendiri
  • Tanggung jawab
  • Pengembangan potensi individu
  • Faktor higienis:
  • Gaji dan upah
  • Kondisi kerja
  • Kebijakan dan administrasi perusahaan
  • Hubungan antar pribadi
  • Kualitas supervisi

 

  • Teori motivasi proses

        Teori ini berusaha agar setiap pekerja mau bekerja giat sesuai dengan harapan. Daya penggerak yang memotivasi semangat kerja, terkandung dari harapan yang akan diperolehnya. Jika harapan menjadi kenyataan, maka pekerja cenderung akan meningkatkan kualitas kerjanya, begitu pula sebaliknya. Ada tiga macam teori motvasi proses:

  • Teori Harapan (Expectancy Theory)

           Teori ini dikemukakan oleh Victor H. Vroom yang mengatakan bahwa seseorang bekerja untuk merealisasikan harapan-harapannya dari pekerjaan itu. Teori ini didasarkan pada tiga komponen, yaitu

  1. Harapan, adalah suatu kesempatan yang disediakan dan akan terjadi karena perilaku
  2. Nilai (Value), merupakan nilai yang diakibatkan oleh perilaku tertentu, misalnya nilai positif pada peristiwa terpilihnya seseorang karena memang ingin dipilih, nilai negative bila seseorang kecewa karena sebenarnya tidak ingin dipilih serta acuh tak acuh.
  3. Pertautan (Instrumentality), yaitu besarnya probabilitas, jika bekerja secara efektif apakah akan terpenuhi keinginan dan kebutuhan tertentu yang diharapkannya
  • Teori Keadilan (Equity Theory)

Keadilan merupakan daya penggerak yang memotivasi semangat kerja seseorang, jadi atasan harus bertindak adil terhadap semua bawahannya serta objektif. Jikaprinsip ini diterapkan dengan baik maka semangat kerja para karyawan cenderung akan meningkat.

  • Teori Pengukuhan (Reinforcement Theory)

Teori ini didasarkan atas hubungan sebab-akibat dari perilaku dengan pemberian kompensasi.

  • Teori X dan Y dari Mc Gragor

Teori ini didasarkan pada asumsi bahwa manusia secara jelas dan tegas dapat dibedakan atas manusia penganut teori X dan penganut Teori Y

  • Asumsi Teori X
  1. Karyawan rata-rata malas bekerja
  2. Karyawan tidak berambisi untuk mencapai prestasi yang optimal dan selalu menghindarkan tanggung jawab
  3. Karyawan lebih suka dibimbing, diperintahkan, dan diawasi.
  4. Karyawan lebih mementingkan dirinya sendiri
  • Asumsi teori Y
  1. Karyawan rata-rata rajin bekerja. Pekerjaan tidak perlu dihindari dan dipaksakan, bahkan banyak karyawan tidak betah karena tidak ada yang dikerjakan
  2. Dapat memikul tanggung jawab
  3. Berambisi untuk maju dalam mencapai prestasi
  4. Karyawan berusaha untuk mencapai sasaran organisasi

 

  1. Teori yang menjelaskan tentang pola kepemimpinan (otokratik, demokratik, dan permisif)

1. Kepemimpinan Otokratik

Kata otokratik sendiri diartikan sebagai tindakan menurut kemauan sendiri. Kepemimpinan otokratik adalam model kepemimpinan dimana seorang pemimpin selalu merasa bahwa produk pemikirannya dipandang benar, keras kepala, atau rasa aku yang keberterimaannya pada orang lain bersifat dipaksakan. Ciri-ciri kepemimpinan otokratik:

  • Beban kerja organisasi pada umumnya ditanggung oleh pemimpin
  • Bawahan, oleh pemimpin hanya dianggap sebagai pelaksana dan mereka tidak boleh memberikan ide-ide baru
  • Bekerja dengan disiplin tinggi, belajar keras dan tidak kenal lelah
  • Menentukan kebijakan sendiri dan kalaupun bermusyarah sifatnya hanya penawar saja
  • Memiliki kepercayaan yang rendah terhadap bawahan dan kalaupun kepercayaan diberikan, di dalam dirinya penuh ketidakpercayaan
  • Komunikasi dilakukan secara tertutup dan satu arah
  • Korektif dan minta penyelesaian tugas pada waktu sekarang

Situasi yang tepat untuk menerapkan kepemimpinan adalah misalnya ketika di rumah sakit, keadaan seorang pasien sedang kritis dimana jantungnya tidak lagi kuat memompa darah. Dalam keadaan seperti ini, ketua tim operasi harus bertinda otikratis dengan anggota lain yang panic menghadapi situasi ini. Ketua tim bertindak otokratis agar cepat mengambil keputusan dan melakukan hal yang tepat dilakuka untuk menyelamatkan nyawa pasien, yaitu dengan melakukan operasi jantung.

 

2. Kepemimpinan Demokratis

Kepemimpinan demokratis berasumsi bahwa hanya dengan kekuatan kelompok, tujuan-tujuan yang bermutu tercapai. Gaya kepemimpinan demokratis ini dikaitkan dengan kekuatan personal dan keikutsertaan para pengikut dalam proses pemecahan masalah dan pengambilan keputusan. Ciri-ciri kepemimpinan demokratis:

  • Beban kerja organisasi menjadi tanggung jawab bersama organisasi itu
  • Bawahan, oleh pimpinan dianggap sebagai komponen pelaksana, harus diberi tugas dan tanggung jawab
  • Disiplin akan tetapi tidak kaku dan memecahkan masalah secara bersama
  • Kepercayaan tinggi terhadap bawahan dengan tidak melepaskan tanggung jawab pengawasan
  • Komunikasi dengan bawahan bersifat terbuka dan dua arah

Situasi yang tepat untuk menerapkan kepemimpinan demokratis adalah ketika suatu perusahaan hampir mengalami gulung tikar, pemimpin perusahaan langsunga mengerahkan bawahannya untuk bekerja pada bagiannya masing-masing dan memberi tugas kepada tiap-tiap bawahannya. Pemimpin perusahaan juga antusias menerima masukan dari bawahannya. Hal ini dilakukan untuk membangun kerjasama semua pihak untuk mengatasi permasalahan dalam perusahaan yang hampir gulung tikar tersebut.

 

3. Kepemimpinan Permisif

Pemimpin permisif merupakan pemimpin yang tidak mempunyai pendirian yang kuat, sikapnya serba boleh. Pemimpin memberikan kebebasan kepada bawahannya sehingga bawahan tidak mempunyai pegangan yang kuat terhadap suatu permasalahan. Pemimpin yang permisif tidak konsisten terhadap apa yang dilakukan. Ciri-ciri pemimpin permisif:

  • Tidak ada pegangan yang kuat dan kepercayaan rendah pada diri sendiri
  • Mengiyakan semua saran
  • Lambat dalam membuat keputusan
  • Banyak “mengambil muka” kepada bawahan
  • Ramah dan tidak menyakiti bawahan

Situasi yang tepat untuk menerapkan kepemimpinan permisif adalah ketika pemimpin menganggap bahwa bawahannya bisa diandalkan dan dipercaya dalam menangani suatu masalah, sehingga pemimpin tidak perlu pusing-pusing untuk mencari berbagai alternatif pemecahan masalah.

 

Sumber:

Munandar, A.S., (2012). Psikologi Industri dan Organisasi. Jakarta: Universitas Indonesi (UI-      Press)

Umar, Husein. (1998). Riset Sumber Daya Manusia. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama

Danim, Sudarwan. (2012). Motivasi Kepemimpinan & Efektifitas Kelompok. Bandung: Rineka Cipta

 

Nama : Annisa Riska Medita

Kelas  : 3PA09

NPM  : 10512977

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: