Tulisan 2 Kesehatan Mental

23 Apr

Pengalaman stress yang paling berkesan:

 

            Pengalaman stress yang paling berkesan yang pernah saya alami adalah ketika tablet  pc saya rusak, sama sekali tidak bisa dinyalakan. Awalnya saya berpikir bahwa mungkin baterainya habis, sehingga saya memutuskan untuk men-chargenya selama 24 jam. Namun, tetap saja tablet pc saya mati, tidak bisa dinyalakan. Dari situlah saya mulai merasa stress. Mengapa saya stress? Karena di dalam tablet pc saya tersebut, terdapat banyak materi kuliah beserta tugas-tugasnya. Sebenarnya saya menyimpan juga materi kuliah dan tugas-tugas di dalam laptop, namun saya suka merasa malas untuk membawa laptop saat sedang bepergian, karena berat. Sedangkan tablet pc tersebut sangatlah ringan untuk dibawa bepergian, sehingga saya dapat membaca materi kuliah dimanapun dan kapanpun saya sedang bepergian.

            Selain materi dan tugas kuliah, tablet pc tersebut juga selalu saya gunakan untuk browsing di internet dan juga men-update jejaring sosial yang saya miliki. Seperti yang kita tahu, saat ini tablet pc sudah menjamur dimana-mana dan juga banyak aplikasi jejaring sosial di dalamnya yang bisa kita download. Rusaknya tablet pc saya tersebut, membuat saya tidak bisa melihat update-an teman-teman saya di jejaring sosial, dan tentunya juga saya tidak bisa men-update akun jejaring sosial yang saya miliki. Selain itu, ketika saya merasa bosan, saya sering memainkan game-game yang ada di dalam tablet pc, sehingga saya akan merasa terhibur.

            Kemudian saya memutuskan untukmembawa tablet pc saya ke tempat servis, dan ternyata ada kerusakan pada mesinnya dan biaya yang harus dibayarkan adalah seharga jika saya membeli tablet pc baru. Akhirnya saya memutuskan untuk tidak diservis. Akhirnya tablet pc saya benar-benar sudah tidak bisa digunakan lagi. Saya merasa cukup sedih dan stress pada saat itu.

            Pada akhirnya, saya berpikir, untuk apa saya berlarut-larut merasa stress terhadap hal yang sebenarnya bukan prioritas dalam hidup saya. Saya masih bisa mengerjakan tugas, membacar materi kuliah, atau browsing di internet melalu computer di rumah, dan juga saya bisa membaca buku. Saya mengatasi stress tersebut dengan berusaha secepat mungkin menyelesaikan tugas-tugas saya, yang tadinya waktu untuk mengerjakan tugas saya gunakan untuk memainkan tablet pc. Tugas-tugas saya setidaknya menjadi lebih cepat selesai, dan juga saya jauh lebih bersosialisasi dengan banyak orang di sekitar saya, sehingga dengan cepat saya dapat mengatasi stress tersebut dan ceria kembali.

Kasus tentang stress:

 

Stress Orang Tua Cerai, Seorang Residivis Bunuh Diri

 

REPUBLIKA.CO.ID, SAMARINDA — Seorang residivis kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di Samarinda, Kalimantan Timur, diduga nekad mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri karena depresi atau tertekan atas perceraian orang tuanya. “Pelaku bunuh diri bernama Dwi Supriyanto (27) itu merupakan residivis kasus curanmor. Dia diduga nekad bunuh diri akibat tertekan setelah kedua orang tuanya bercerai,” ungkap Kepala Unit Reserse Kriminal Polsekta Samarinda Ulu Inspektur Satu Muhammad Redenta, Rabu.

Dwi Supriyanto, kata Muhammad Redenta, ditemukan tewas tergantung di belakang rumahnya di Perumahan Graha Indah Blok H RT 43, Kelurahan Iar Putih pada Rabu pagi. Pelaku, kata dia, ditemukan oleh Rio, adiknya tergantung di dekat kandang ayam. “Kami baru menerima laporan itu sekitar pukul 11.00 Wita, kemudian mendatangi lokasi. Berdasarkan pemeriksaan, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan di tubuh pelaku sehingga dugaan sementara, kasus ini adalah bunuh diri,” katanya. “Dugaan bunuh diri itu kami simpulkan berdasarkan tanda-tanda di jasad korban yakni adanya cairan yang keluar dari tubuh korban, seperti pada kasus bunuh diri umumnya. Kami juga mengamankan tali yang digunakan pelaku untuk bunuh diri,” ungkap MuhammadRedenta.

Berdasarkan keterangan saksi mata Rio, sebelum ditemukan tewas tergantung, Dwi Supriyanto sempat terlihat gelisah. Pasca perceraian orang tuanya lanjut Muhammad Redenta, pelaku memang kerap terlihat merenung. “Menurut keterangan Rio, sejak perceraian orang tua mereka, Dwi Supriyanto terlihat banyak merenung. Bahkan, pada Selasa malam (5/11) atau sebelum dia ditemukan tewas, Dwi Supriyanto sempat terlihat gelisah,” ujar Muhammad Redenta.

Walaupun diduga bunuh diri akibat depresi, namun polisi kata Muhammad Redenta tetap melakukan penyelidikan terkait tewasnya residivis kasus curanmor tersebut. “Kami tetap akan melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab kematiannya secara pasti,” tegas Muhammad Redenta.

Sumber: http://www.republika.co.id/berita/nasional/daerah/13/11/06/mvuk5t-stress-orang-tua-cerai-seorang-residivis-bunuh-diri

Komentar:

            Menurut saya, orang tersebut telah mengalami stress yang sangat berkepanjangan, hingga pada akhirnya mencapai titik puncak, yaitu depresi. Hal ini dikarenakan masalah yang datang bertubi-tubi ke dalam kehidupannya dan belum siap menerima hal tersebut.

            Menurut saya, sebaiknya Rio tidak mengambil jalan pintas dengan bunuh diri. Bercerita kepada teman, kerabat, sahabat, atau saudara terdekat bisa dijadikan salah satu cara untuk mengurangi stress yang dialaminya. Atau hal penting yang bisa dilakukannya adalah mendekatkan diri kepada Yang Maha Esa, meningkatkan ibadah dan berdoa memohon ketenangan dalam hidup. Menurut saya kasus Rio ini sanga tidak baik untuk dicontoh. Kita hidup pasti selalu memiliki masalah, hingga akhirnya kita mencapai titik jenuh dan stress, namun bukan tidak mungkin kita tidak dapat mengatasi tersebut. Tuhan menciptakan kita dengan segala kemampuan, termasuk kemampuan mengatasi masalah dan stress

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: