Tulisan 1

28 Mar

Tulisan Pertama

Nama saya Annisa Riska Medita. Saat ini, saya berusia 19 tahun dan sedang mengenyam pendidikan di perguruan tinggi, jurusan psikologi, semester 4. Saya adalah orang yang sangat senang bertemu dengan orang-orang baru, orang-orang yang belum pernah saya temui sebelumnya di tempat yang juga belum pernah saya datangi sebelumnya. Saya senang berteman dan bergaul dengan orang-orang baru dalam kehidupan saya, karena dengan begitu, saya akan mendapat wawasan dan pengalaman yang baru pula. Saya adalah orang yang ramah terhadap orang-orang yang ada di sekitar saya. Saya orang yang ceria dan periang. Saya selalu berpikir positif di setiap hari-hari yang jalani. Saya orang yang selalu dan mau belajar dari kesalahan yang saya lakukan. Saya selalu berpikir “saya bisa” dalam setiap hal yang akan saya lakukan, maka dari itu saya orang yang optimis dan yakin dengan apa yang saya lakukan. Saya teguh pada pendirian saya terhadap apa yang saya yakini itu benar.

Saya menyadari kekurangan dari diri saya sendiri. Saya adalah orang yang kurang sabar. Saya adalah orang terkadang kurang teliti dalam mengerjakan suatu hal. Terkadang saya suka menyalahkan diri sendiri apabila saya tidak bisa mencapai apa yang saya harapkan, padahal saya telah berusaha semaksimal mungkin. Saya sadar bahwa saya orang sedikit cuek, terkadanga saya kurang peka terhadap apa yang terjadi di lingkungan sekitar saya, namun saya berusaha untuk merubah hal tersebut. Itulah saya. Saya menyadari bahwa saya memiliki kekurangan, namun saya selalu berusaha semaksimal mungkin untuk memperbaiki kekurangan tersebut ke arah yang lebih baik.

Berita tentang orang yang mengalami gangguan mental:

Ada Kekerasan Seksual di Panti Asuhan Samuel

JAKARTA, KOMPAS.com — Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Rikwanto mengatakan, dari hasil visum yang dikeluarkan RSCM terhadap IC (14), salah satu bocah perempuan anak Panti Asuhan The Samuel’s Home, dipastikan, IC mengalami kekerasan seksual.
Menurutnya, dari keterangan korban serta bukti yang ada tersebut, diketahui IC disetubuhi oleh Chemy Watulingas (50) atau Samuel, pemilik Panti Asuhan The Samuel’s Home.

“Dugaan persetubuhan dengan anak asuh dikuatkan hasil visum dari RSCM,” kata Rikwanto di Polda Metro Jaya, Selasa (4/3/2014).
Rikwanto mengungkapkan, korban mengaku disetubuhi sebanyak empat kali. Perbuatan itu dilakukan baik di The Samuel’s Home maupun di apartemen Samuel.
“Persetubuhan tidak disaksikan anak asuh lain. Karena korban di bawah umur, jelas ada paksaan, di sini dengan ancaman kekerasan,” paparnya.
Rikwanto menjelaskan, saat ini pihaknya masih mencoba mendalami kasus itu ke anak-anak panti lainnya, apakah mereka juga ada yang menjadi korban kekerasan seksual oleh Samuel.
“Ini sedang didalami satu per satu dugaan itu. Ini harus pelan-pelan supaya mereka bisa bicara detail, dan ditanyakan selama diasuh apa saja yang didapatkan,” paparnya.
Dengan begini, kata Rikwanto, Samuel akan dijerat 3 pasal di UU No 23/2002 tentang Perlindungan Anak, yakni Pasal 77 tentang Penelantaran Anak, Pasal 80 tentang Penganiayaan Anak, dan Pasal 81 tentang Kekerasan Seksual atas Anak.
“Untuk Pasal 81 UU Perlindungan Anak, ancaman sanksi pidananya sampai 15 tahun penjara,” katanya.
Rikwanto menjelaskan, menyusul penetapannya sebagai tersangka, Chemy Watulingas alias Samuel (50) pemilik Panti Asuhan The Samuel’s Home resmi ditahan Polda Metro Jaya, Selasa (4/3/2014) siang ini. Ia dijerat kasus penelantaran, penganiayaan, dan pelecehan seksual terhadap anak-anak panti asuhannya.
Rikwanto menjelaskan, Samuel telah menjalani pemeriksaan pada Senin (3/3/2014) sejak pukul 11.00 sampai 20.00 dan akhirnya ditetapkan sebagai tersangka. Menyusul penetapan tersangka itu, Polda Metro mengeluarkan surat penahanan atas Samuel, Selasa siang ini.
“Pukul 11.00, Selasa ini, surat perintah penahanan sudah diterbitkan. Status Samuel sudah ditahan di Rutan Polda Metro,” kata Rikwanto.
Sementara untuk istri Samuel, Yuni Winata (47), tambah Rikwanto, statusnya masih sebagai saksi.
“Untuk istrinya masih menjadi saksi, dan kemarin sudah diperbolehkan pulang,” paparnya.
Namun, kata Rikwanto, apabila ke depan ditemukan adanya tindak pidana yang dilakukannya, statusnya bisa juga ditingkatkan sebagai tersangka. “Jika ada bukti tindak pidana yang dilakukan istrinya,” kata dia.
Samuel telah menjalani pemeriksaan terkait kasus dugaan penganiayaan dan penelantaran anak-anak di Panti Asuhan The Samuel’s Home, di Subdit Renakta Ditreskrimum, Polda Metro Jaya, Senin (3/3/2014). Penyidik memeriksa Samuel sekitar 10 jam dan mencecar sekitar 57 pertanyaan.
Sementara istrinya Yuni juga telah merampungkan pemeriksaan di Unit Pelayanan Perempuan dan Anak Ditreskrimum Polda Metro Jaya dengan dicecar 55 pertanyaan. (bum/warta kota)

Dikutip dari:
http://megapolitan.kompas.com/read/2014/03/04/1445172/Ada.Kekerasan.Seksual.di.Panti.Asuhan.Samuel

Komentar:
Menurut saya, kedua pasangan suami istri pemilik panti asuhan Samuel, mempunyai kecenderungan gangguan mental. Karena dapat kita lihat bahwa si tersangka, yaitu Bapak Samuel, melampiaskan nafsu seksnya kepada anak di bawah umur, yang biasa kita sebut dengan istilah phedophilia, dimana phedophilia merupakan salah satu gangguan kesehatan mental. Kemudian, istri bapak samuel juga menunjukkan perilaku yang aneh. Sang istri mengetahu bahwa sang suami melakukan tindak pelecehan seksual, tetapi seakan-akan membiarkan hal tersebut terjadi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: