“Saya Calon Psikolog, Bukan Pembaca Pikiran” –Bicara Soal Profesi Psikolog

12 Oct

Everyone should read this🙂

Peace of Mind

Sebagian besar teman dan kenalan saya begitu mendengar saya melanjutkan pendidikan sebagai calon psikolog Klinis Dewasa biasanya akan langsung bertanya, “berarti kamu bisa ‘baca’ pikiran saya dong?’ atau “berarti kamu bisa ngetes saya dong pakai gambar atau tulisan untuk tahu kepribadian saya?” dan pertanyaan-pertanyaan lain sejenis. Jawaban saya biasanya adalah, “nggak. Saya nggak bisa baca pikiran kamu karena saya bukan dukun” dan tentu saja Psikolog tidak sama artinya dengan ‘tukang ngetes’. Atau paling tidak, tidak hanya itu. Bahkan, tidak jarang juga saya dianggap hanya mengurusi orang-orang yang ‘gila’ (atau bahasa kerennya, mengalami skizofrenia) seolah-olah gila dan tidak gila adalah dua buah titik ekstrem yang saling berbeda satu sama lain, seperti hitam dan putih.

Tidak banyak yang tahu bahwa yang bisa dilakukan oleh psikolog sangat banyak sekali dalam konteks membantu orang lain. Tidak hanya duduk di ruang konseling dan melakukan terapi-terapi seperti yang ada di bayangan sebagian besar orang, dimana psikolog…

View original post 1,049 more words

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: