Psikotest Secara Online

7 Oct

Pendahuluan

Di era globalisasi ini, teknologi sudah bukan merupakan sesuatu yang asing lagi, salah satunya adalah teknologi internet. Teknologi internet saat ini dapat dikatakan telah mengalami kemajuan yang begitu pesat, kini semua orang dapat mengakses internet kapanpun dan dimanapun. Saat ini, internet tidak hanya sekedar digunakan untuk mencari informasi atau berita-berita terbaru yang ada dunia, tetapi juga digunakan sebagai media komunikasi, lahan bisnis, dan juga digunakan untuk melakukan test akademik. Test akademik yang menggunakan media online melalui internet salah satunya adalah psikotest. Saat ini, psikotest sudah bisa dilakukan secara online tanpa perlu datang ke tempat test atau ke psikolog. Psikotest ini dapat dilakukan di rumah atau dimanapun asalkan perangkat komputer tersambung ke internet. Namun, apakah psikotest secara online yang dapat diakses dengan mudah ini, dapat memberikan hasil yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan?

Teori

Psikotest, atau dalam dunia psikologi disebut psychological assessment, adalah suatu tes yang diberikan kepada calon pekerja atau pegawai yang ingin bekerja di suatu perusahaan. Tes ini dilakukan untuk melihat sejauh mana kesiapan kerja dari para calon pekerja. Tidak hanya kesiapan, namun juga untuk melihat kepercayaan diri, keyakinan, karakter, intelegensi, wawasan, sikap kerja, karakter diri, hubungan atau  relasi sosial dengan orang lain, serta kreativitas calon pekerja tersebut. Dari hasil psikotest tersebut, bisa dilihat apakah calon pekerja tersebut memenuhi kriteria, sehingga dapat ditentukan di posisi manakah si calon pekerja ditempatkan, karena setiap posisi pekerjaan tentunya memiliki kriteria atau standard tertentu. Psikotest ini terdiri dari tes yang dapat berbentuk tertulis, visual, atau evaluasi secara verbal (seperti wawancara) untuk mengukur fungsi kognitif dan emosional. Menurut Gregory, seorang tokoh psikologi kepribadian,  psikotest merupakan rangkaiain test yang hasilnya dapat menggambarkan karir atau posisi kerja yang sesuai dengan kita. Tujuan psikotest sudah sangat jelas, yaitu melihat gambaran atau citra diri seseorang. Hasil dari psikotest akan baik apabila dikerjakan dengan jujur, sesuai dengan keadaan diri dan kemampuan seseorang, jika dikerjakan dengan baik dan jujur sesuai kemampuan, maka cerminan diri kita akan berhasil terlihat. Tidak ada jawaban benar atau salah, karena kembali lagi bahwa tes ini dikerjakan seseuai keadaan dan kemampuan diri seseorang, karena setiap orang pasti memiliki kekurangan dan kelebihan. Jenis-jenis psikotest yang sering muncul antara lain:

1. Tes Intelegence Question (IQ)

Tes IQ merupakan tes untuk mengukur kecerdasan atau kemampuan intelektual seseorang. Tes ini melibatkan soal matematika, dan bahasa seperti misalnya mencari antonim dan sinonim, dan bisa juga berupa merangkai dan melengkapi kata. Contohnya adalah sebagai berikut:

  • Test Logika Aritmatika: Merupakan tes yang terdiri atas deretan angka dengan tujuan untuk mengukur kemampuan analisa yang dimiliki seseorang dan kemampuan memahami pola-pola tertentu. Deretan angka yang disajikan memiliki pola yang berbeda-beda. Pola tersebut bisa berupa urutan, pengelompokan berurutan, atau pengelompokan loncat.

Test Logika Aritmatika

  • Test Logika Penalaran: Merupakan tes yang terdiri dari deret gambar, bisa gambar 2 dimensi atau 3 dimensi. Tes ini bertujuan untuk mengukur kemampuan seseorang untuk memahami pola-pola yang berupa deretan gambar. Tes ini perlu dikerjakan dengan hati-hati dan teliti, meskipun gambarnya serupa, namun sebenarnya tidak sama.

Test Logika Penalaran

  • Analog Verbal Test: Merupakan tes yang terdiri dari sinonim, antonim, atau analog kata. Tes ini bertujuan untuk mengukur kemampuan logika seseorang terhadap suatu situasi dan untuk melihat sejauh mana kemampuan untuk memahami sebab-akibat suatu permasalahan.

Analog Verbal Test

2. Tes Kepribadian

Tes kepribadian merupakan tes yang terdiri atas pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan permasalahan dalam lingkungan kerja, seperti bagaimana menghadapi konflik dan mencari solusinya, bagaimana bekerja sama dengan rekan kerja. Tes ini bertujuan untuk mengetahui apakah seseorang mampu menghadapi dan mengatasi konflik, serta apakah seseorang mampu bekerja dalam satu tim. Beberapa jenis tes kepribadian diantaranya:

  • EPPS ( Edwards Personal Preference Schedule): Tes ini merupakan tes yang terdiri dari pilihan pernyataan-pernyataan  yang paling mencerminkan diri kita. Kita diharuskan memilih satu dari beberapa pernyataan yang ada, yang paling mewakili diri kita. Tes ini bertujuan untuk mengukur kepribadian seseorang dilihat dari motivasinya. Contoh:

Pernyataan A: Saya suka menolong teman-teman saya, ketika mereka sedang dalam kesulitan.

Pernyataan B: Saya ingin melakukan pekerjaan apa saja sebaik mungkin.

  • DAM & BAUM (Draw A Man & Tes Menggambar Pohon): DAM merupakan tes dimana kita akan diberi selembar kertas, kemudian diminta untuk menggambarkan seseorang, kemudian gambar tersebut diberi keterangan, siapakah orang itu, berapa usianya atau apa profesinya. Kemudian BAUM test. BAUM berarti pohon. Jadi, dalam BAUM test ini, kita diminta untuk menggambarkan pohon, gambarlah pohon sesuai dengan instruksi yang diberikan. Biasanya, BAUM test ini juga meminta kita untuk menggambar pohon sekaligus menggambar rumah. Tes ini bertujuan untuk mengetahui tanggung jawab, kepercayaan diri, kestabilan dan ketahan kerja seseorang.

BAUM test (tes menggambar pohon)

DAM test (Draw A Man)

Gabungan DAM test dan BAUM test

  • Wartegg Test: Merupakan tes grafis, dimana kita diminta untuk meneruskan gambar yang sudah ada garis atau stimulusnya. Biasanya terdiri atas 8 kotak, dimana masing-masing kotak sudah memiliki garis atau stimulus, kemudian kita melanjutkannya menjadi suatu gambar. Tes ini bertujuan untuk mengetahui emosi, imajinasi, tingkat kreatifitas, dan juga intelektual seseorang.

Wartegg Test

  • Tes Pauli & Kraepelin: Merupakan tes penjumlahan angka-angka. Biasanya tes ini disebut dengan tes rekening koran, karena menggunakan kertas seukuran koran. Penjumlahan dilakukan dari atas ke bawah atau bisa juga dari bawah ke atas sesuai dengan instruksi. Tes ini bertujuan untuk mengukur daya tahan, keuletan, sikap terhadap tekanan, kemampuan menyesuaikan diri, ketekunan, konsistensi, ketelitian, dan juga kecepatan dalam bekerja.

Pauli Test

  • Army Alpha Intelegence Test: Merupakan tes yand terdiri dari 12 soal yang berisi kombinasi deretan angka dan bentuk. Soal-soal dalam tes tersebut biasanya berkaitan satu sama lain, soal sebelumnya bisa saja berhubungan dengan soal berikutnya. Tes ini terbilang mirip dengan dengan kondisi tentara, yaitu tes daya tangkap atau konsentrasi tinggi dengan menerjemahkan perintah.

Contoh soal army alpha test. Ikuti instruksi yang ada, misalnya kita diminta untuk mencoret angka ganjil yang ada dalam kotak, atau mencoret angka genap berhuruf dalam kotak.

Analisa

Saya telah mencoba beberapa psikotest online, diantaranya:

  • Tes analogi verbal

Capture1Capture2Capture3Capture4Capture5

  • Tes antonim

antonim

  • Tes deret angka

angka

  • Tes sinonim

sinonim

  • Tes logika penalaran (visualisasi)

aa bb ccbbcc

Dari beberapa psikotest yang saya kerjakan secara online, hasil yang saya dapatkan adalah nilai yang berupa angka. Seperti misalnya saya mengerjakan 20 soal, dari 20 soal tersebut, saya menjawab 16 soal benar dan 4 soal salah. Nilai berupa angka tersebut tidak disertai dengan penjalasan apakah nilai atau score saya tersebut telah memenuhi standard, atau menjelaskan bahwa saya adalah pribadi yang seperti apa, bagaimana pola pikir saya, penalaran saya, pemahaman saya, dan sebagainya. Psikotest online ini menurut saya pribadi, kurang akurat dan tidak bisa dipertanggungjawabkan. Seperti kita ketahui, informasi-informasi di internet bisa saja dipalsukan, seperti halnya psikotest online ini. Psikotest online ini bisa dikerjakan berulang kali kemudian diberikan jawaban yang benar, kecurangan-kecurangan pastinya  tidak dapat dihindari. Manurut saya, psikotest sebaiknya tidak dilakukan secara online, melainkan dengan tes tertulis dengan datang ke psikolog atau instansi terkait. Hasil psikotest tidak hanya sertamerta dilihat dari berapa jumlah benar dan berapa jumlah salah, psikolog sangat dibutuhkan dalam hal ini untuk memeriksa dan juga meneliti hasilnya. Psikotest tidak sertamerta dinilai dari jumlahbenar atau salah. Psikotest menilai kemampuan diri kita, sejauh mana kita mampu menghadapi konflik atau masalah yang terjadi. Psikotest akan memberikan hasil yang akurat apabila dikerjakan dengan jujur dan penuh konsentrasi. Maka dari itu, psikotest secara langsung atau tertulis dengan datang ke psikolog menurut saya lebih akurat dan dapat dipertanggungjawabkan, selain itu juga meminimalisir adanya kecurangan atau hal-hal yang mengganggu konsentrasi.

Nama : Annisa Riska Medita

Kelas: 2PA09

NPM: 10512977

Referensi:

http://kitabsucipsikotes.blogspot.com/p/contoh-psikotes.html

http://rekrutmentenagakerja.wordpress.com/2013/04/23/panduan-dan-macam-test-psikologi-beserta-contoh/

http://wiwikbudiawan.wordpress.com/2009/01/23/tips-dan-trik-menghadapi-psikotest/

http://arifanormadewi.wordpress.com/2011/03/03/psikotes-apa-dan-bagaimana-2/

http://tespsikotes.iqbalparabi.com/main/kategori/analogi/3

http://wimkhan.wordpress.com/2008/12/03/latihan-psikotes-gratis/

http://similarminds.com/personality_tests.html

6 Responses to “Psikotest Secara Online”

  1. Vera Ciu October 8, 2013 at 6:30 PM #

    wah postingannya bermanfaat. Jadi tahu seluk beluk psychotest.

    • Annisa Riska October 12, 2013 at 8:45 PM #

      Terima kasih Vera🙂 Semoga postingan saya bisa memberi gambaran sebelum kamu melakukan tes saat melamar pekerjaan ;D

  2. nurliah October 11, 2013 at 1:31 PM #

    annisa, postingannya bagus, lengkap banget !

    • Annisa Riska October 12, 2013 at 8:46 PM #

      Terima kasih Nurliah🙂 Semoga bermanfaat untuk kamu dan para pembaca lainnya.

  3. ulvaamelia October 15, 2013 at 8:31 PM #

    Saya setuju bahwa psikotest secara online memang kurang akurat dan kurang bisa dipertanggungjawabkan, lebih baik psikotest dilakukan langsung secara tertulis.

    • Annisa Riska October 15, 2013 at 9:04 PM #

      Betul Ulva, saya juga setuju seperti itu🙂 Dan juga menurut saya, bagaimana seseorang bekerja langsung di lapangan atau prakteknya juga tidak kalah penting dengan psikotest🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: