Kehidupan di Bumi

30 May

Asal mula kehidupan di bumi

            Bumi merupakan sebuah planet yang didiami oleh kita manusia. Namun apakah kita tahu bagaimana asal mula bumi dan kehidupannya terbentuk? Beberapa teori tentang asal mula kehidupan di bumi telah dikemukakan oleh para ilmuwan. Berikut akan dijelaskan mengenai teori asal mula kehidupan di bumi.

            Bumi diperkirakan telah membentuk batuan sejak 5 ribu juta tahun yang lalu. Dari penilitian yang dilakukan terhadap batuan di bumi, ditemukan batua yang berumur 3,5 ribu juta tahun yang lalu, yang menunjukkan sisa kehidupan atau fosil. Hal ini menandakan bahwa pada saat itu telah ada kehidupan di bumi. Ada juga beberapa teori yang menjelaskan asal mula kehidupan di bumi:

  1. Teori Abiogenesis (Generatio Spontanea)

Dikemukakan oleh filsuf Yunani, yaitu Aristoteles (384-322 SM) dan di dukung oleh Antonie van Leeuwenhoek dan Nedham. Teori ini mengemukakan bahwa makhluk hidup berasal dari benda mati atau terjadi secara spontan.

  1. Teori Biogenesis

Dikemukakan oleh Fransisco Redy, Lazzaro Spalanzani dan Louis Pasteur. Mereka membantah teori abiogenesis Aristoteles. Menurut teori ini, makhluk hidup bukan berasal dari benda mati, melainkan dari makhluk hidup itu sendiri juga. Masing-masing tokoh teori biogenesis ini mengemukakan teorinya masing-masing:

  • Fransisco Redy

Melakukan penelitian dengan menggunakan daging yang dimasukkan ke dalam enam toples. Toples yang tidak tertutup akan dihinggapi lalat, sehingga lalat tersebut akan bertelur dan dari telur tersebut akan menghasilkan belatung. Pada toples yang tertutup rapat, lalat tidak menghinggapi daging, dan lalat pun tidak bertelur di dalamnya. Pada toples yang tertutup kain kasa, lalat tidak menghinggapi daging, namun menempel pada kain kasa karena menghirup aroma dari daging, dengan menempel, lalatpun akan bertelur di atas kain kasa tersebut. Dari percobaan tersebut dapat disimpulkan bahwa belatung yang ada pada daging, berasal dari lalat yang tidak sengaja meletakkan telurnya pada daging, dan pada akhirnya disimpulkan bahwa makhluk hidup berasal dari telur

  • Lazzaro Spalanzani

Melakukan percobaan dengan menggunakan tiga tabung yang masing-masing berisi kaldu. Tabung tidak dipanaskan dan ditutup dengan rapat, tabung II dipanaskan namun di biarkan terbuka, tabung III dipanaskan dan di tutup rapat. Dari percobaan tersebut, tabung yang tertutup, baik yang dipanaskan atau tidak, air kaldu tidak membusuk dan di dalamnya tidak terdapat mikroorganisme, sedangkan tabung yang terbuka, air kaldu membusuk dan di dalamnya terdapat mikroorganisme. Dari percobaan tersebut, dapat disimpulkan bahwa makhluk hidup berasal dari kontaminasi mikroba dan udara, mikroorganisme tidak tumbuh, karena tidak terdapat di udara.

  • Louis Pasteur

Percobaan yang dilakukan Pasteur menyempurnakan percobaan Redi dan Spalanzani. Pasteur membuat percobaan dengan menggunakan air kaldu yang dimasukkan ke dalam pipa berbentuk leher angsa, air kaldu tersebut di panaskan. Setelah dipanaskan, air kaldu di dinginkan dan di letakkan di tempat yang aman dalam keadaan posisi tegak. Ketika dilihat keesokan harinya, air kaldu tersebut tetap jernih dan tidak mengandung mikroorganisme. Melalui pemanasan terhadap perangkat percobaanya, seluruh mikroorganisme yang terdapat dalam air kaldu akan mati. Disamping itu, akibat lain dari pemanasan adalah terbentuknya uap air pada pipa kaca berbentuk leher angsa. Apabila perangkat percobaan tersebut didinginkan, maka air pada pipa akan mengembun dan menutup lubang pipa tepat pada bagian yang berbentuk leher. Hal ini akan menyebabkan terhambatnya mikroorganisme yang bergentayangan diudara untuk masuk kedalam labu. Inilah yang menyebabkan tetap jernihnya air kaldu pada labu tadi, kemudian labu dimiringkan hingga air kaldu sampai ke permukan pipa, air kaldu akan bersentuhan dengan udara bebas dan terjadilah kontaminasi mikroorganisme. Ketika labu dikembalikan ke posisi semula (tegak), mikroorganisme tadi ikut terbawa masuk.  Sehingga, setelah labu dibiarkan beberapa beberapa waktu air kaldu menjadi keruh, karena adanya pembusukan oleh mikrooranisme tersebut. Melalui percobaan ini, terbuktilah bahwa adanya makhluk hidup tidak terjadi secara spontan.

Dari beberapa percobaan tersebut, disimpulkan teori biogenesis sebagai berikut:

  • omne vivum ex ovo  = setiap makhluk hidup berasal dari telur
  • omne ovum ex vivo  = setiap telur berasal dari mahluk hidup
  • omne vivum ex vivo = setiap makhluk hidup berasal dari makhluk hidup sebelumnya

Selain itu, muncul teori lainnya, yaitu teori neobiogenesis, yang terbagi lagi menjadi teori evolusi kimia, dengan tokohnya yaitu Harold Urey dan Stanley Miller, dan teori evolusi biologi dengan tokohnya yaitu Ivanovich Oparin. Harold Urey mengatakan bahwa pada periode tertentu, atmosfer bumi mengandung molekul Metana (CH4), Amonia (NH4), Air (H20) dan karbon dioksida (CO2). Karena pengaruh dari energi petir dan sinar kosmis, zat-zat tadi bereaksi. Hasil reaksi tersebut menghasilkan makhluk hidup pertama yang diduga sebagai virus, sedangkan Stanley Miller melakukan sebuah percobaan dengan peralatan yang dirancangnya, yakni ruang bunga api diisi dengan campuran gas meniru atmosfer purba, sementara botol kaca kecil diisi dengan air murni seperti sup purba. Miller membuat kilat buatan dengan bunga api listrik di antara dua elektroda dalam atmosfer buatan tersebut. Ia juga memanaskan air laut tiruannya. Percobaan ini berlangsung selama seminggu dan dapat menghasilkan beragam senyawa organik.

Lalu teori evolusi biologi oleh Ivanovich Oparin, dijelaskan bahwa:

  • Bumi primitif, atmosfer mengandung : hidrogen, air, metana dan amonia
  • Sintesis dari campuran organik sederhana : alkohol, gliserin, asam organik, purin dan pirimidin
  • Sintesis dari makromolekul : karbohidrat, lemak, protein, enzim, nukleotida, dan asam nukleat
  • Gabungan dari berbagai makromolekul membentuk partikel-partikel besar dan kompleks
  • Membran membungkus organisme-organisme heterotrof primitif yang melakukan fermentasi
  • Permulaan duplikasi dan reproduksi molekular
  • Fotosintesis dan respirasi

Seperti pada percobaan teori Evolusi Kimia, zat-zat anorganik (air, metana, karbon dioksida dan amonia) membentuk zat-zat organik akibat adanya radiasi dari energi listrik yang berasal dari petir.  Suhu di bumi terus menurun. Ketika sampai pada titik kondensasi, terjadi hujan yang mengikis batuan di bumi yang banyak mengandung zat-zat anorganik. Zat-zat anorganik tersebut terbawa ke lautan yang panas.

          Di lautan ini terbentuk sup purba (bahan organik yang terdapat di perairan) atau  sup primordial. Sup purba terus berkembang selama berjuta-juta tahun. Di dalam sup purba, terkandung zat anorganik, RNA, dan DNA. RNA yang dibutuhkan dalam proses sintesis protein dapat terbentuk dari DNA. Akibatnya, terbentuklah sel pertama. Sel pertama tersebut mampu membelah diri sehingga jumlahnya semakin banyak. Sejak saat itulah evolusi biologi berlangsung.

Sumber:

http://biologi.lkp.web.id

http://ariendumbbdumbb.blogspot.com/2013/02/asal-mula-kehidupan-di-bumi_8.html

Nama : Annisa Riska Medita

Kelas : 1PA10

NPM : 10512977

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: