Bagaimana Perkembangan Alam Pikiran Manusia?

25 Mar

            Manusia adalah makhluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna diantara mahkluk ciptaan Tuhan yang lainnya. Mengapa disebut demikian? Karena manusia diciptakan Tuhan lengkap dengan akal pikiran, berbeda dengan hewan yang Tuhan ciptakan tanpa memiliki akal. Maka dari itu, manusia memiliki anugerah yang luar biasa hebatnya dari sang pencipta. Manusia dapat berpikir, manusia dapat bertanya, manusia memiliki rasa keingintahuan, manusia dapat membedakan mana yang baik dan mana yang buruk,  manusia selalu berpikir bagaimana cara untuk mendapatkan jawaban dari apa yang dipikirkan dan dipertanyakannya mengenai berbagai hal yang ada di kehidupan ini.

            Sejak seorang bayi lahir, bayi tersebut sudah memiliki akal pikiran. Seiring berjalannya waktu, bayi tersebut tumbuh menjadi balita. Pada masa balita ini alam pikiran sedikit demi sedikit mulai berkembang. Peran lingkungan terutama orang tua sangat berpengaruh. Orang tua mulai mengajarkan bagaimana cara memegang benda, bagaimana cara berjalan, bagaimana cara berbicara, dan sebagainya. Dari ajaran-ajaran tersebut, sang anak mulai mengembangkan pikirannya dan sedikit demi sedikit mulai memiliki rasa keingintahuan. Awalnya mereka akan merangkak terlebih dahulu, kemudian karena mendapatkan cara berjalan dari orang tuanya, maka anak tersebut perlahan-lahan akan berusaha mengangkat badannya, belajar menyeimbangkan tubuhnya, dari sinilah pikirannya mulai berkembang, seperti misalnya jika ingin berdiri, si anak akan mendekati meja atau kursi sebagai pegangan, kemudia perlahan-lahan akan berjalan dengan tubuh yang seimbang. Kemudian ketika sudah melewati masa balita dan memasuki masa anak-anak, pikirannya akan semakin berkembang, rasa keingintahuannya semakin tinggi, karena tantangan di sekitarnya akan semakin meningkat. Usia anak-anak ini biasanya mereka sudah masuk ke dalam lingkungan yang sedikit lebih luas, tidak hanya orang tua atau keluarga, tetapi juga lingkungan di luar keluarganya. Masa anak-anak sudah mulai memasuki dunia pendidikan di sekolah, dimulai dari tingkat play group, kemudian TK, dan dilanjutkan dengan tingkat SD. Pada awal play group dan TK, anak-anak mulai diajarkan bagaimana cara mengeja, membaca, dan menulis. Pada masa ini anak-anak mulai menunjukkan rasa keingintahuannya yang sangat tinggi. Apa yang mereka lihat, kemudian mereka pikirkan, kemudian mereka bertanya untuk mendapatkan jawabannya. Bahkan pertanyaan akan berlangsung terus menerus, hingga pada akhirnya mereka mencapai masa remaja dan dewasa. Pada masa ini, alam pikiran manusia sudah sangat berkembang, sudah mulai berpikir kritis, berpikir mengenai segala hal.

            Manusia selalu memiliki rasa ingin tahu. Untuk memuaskan rasa ingin tahunya tersebut, manusia mencari berbagai informasi yang ada, atau berdiskusi dengan manusia lainnya. Alam pikiran manusia berkembang sebenarnya juga karena ulah manusia sendiri. Maksudnya, manusia pasti akan selalu mengeluh atau komplain terhadap apa yang menurutnya tidak sesuai dengan yang diinginkannya. Karena itulah pikiran manusia berkembang selama kehidupannya. Diasah terus menerus, berusaha dengan keras mencari hal-hal baru, membuat suatu percobaan, belajar dari pengalaman-pengalaman manusia lain, hal-hal itu lah yang bisa membuat pikiran kita terbuka, dapat membedakan mana yang benar dan mana yang salah, dapat mencetuskan ide-ide baru, dapat memecahkan masalah, dan juga dapat memikirkan berbagai hal sehingga pikiran kita sudah pasti dapat dikatakan berkembang.

           Dari penjelasan-penjelasan saya, saya dapat menyimpulkan bahwa manusia terlahir ke dunia ini dengan memiliki kodrat untuk mengetahui segala aspek yang dilihat dan dirasakan dalam kehidupan. Manusia juga pasti selalu memiliki rasa tidak puas, karena manusia selalu memiliki pikiran-pikiran baru dan terus mencoba mengembangkan pikiran-pikiran tersebut, terhitung dari sejak lahir hingga akhir hayat manusia.

2 Responses to “Bagaimana Perkembangan Alam Pikiran Manusia?”

  1. rusminmustamin June 17, 2013 at 7:18 PM #

    dikatakan akhir hayat itu gimana ? apakah terpisahnya tubuh dengan jiwa ! mohon penjeasannya…

    • Annisa Riska October 3, 2013 at 8:16 PM #

      Halo Rusmin. Maksudnya adalah hingga manusia tersebut meninggal. Sebisa mungkin selama manusia hidup, manusia pasti akan mencari tahu tentang segala hal di dunia ini, apakah hal tersebut benar atau salah, baik atau buruk, kemudian dicari pembenarannya dan dari situlah pikiran manusia berkembang. Terpisahnya tubuh dengan jiwa menandakan manusia sudah selesai mencari tahu hal-hal yang ada dunia ini, karena manusia telah berada di alam yang lain, yaitu alam barzakh. Kiranya itulah penjelasan saya🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: