Konsepsi Ilmu Budaya Dasar Dalam Kesusastraan

9 Oct

Pengertian Kesusastraan

Ilmu Budaya Dasar disebut  juga Basic Humanities. Basic Humanities berasal dari bahasa Inggris The humanities. The humanities berasal dari bahasa latin humanus yang berarti manusiawi, berbudaya, dan halus.

Seni termasuk ke dalam sastra karena memegang peranan yang penting dalam the humanities. Seni merupakan ekspresi dari nilai-nilai kemanusiaan. Seni adalah ekspresi yang sifatnya tidak normatif, artinya seni bersifat tidak baku secara tata bahasa dan isinya dan juga seni mudah untuk diimplementasikan. Maka dari itu, nilai-nilai yang disampaikan dalam seni lebih fleksibel.

Pada kenyataannya, sastra memiliki peranan yang jauh lebih penting dari seni, karena sastra menggunakan bahasa dan bahasa mampu menampung hampir semua pernyataan manusia. Dalam usahanya memahami dirinya sendiri, yang kemudian melahirkan filsafat, manusia menggunakan bahasa. Sastra juga lebih mudah berkomunikasi, karena pada hakekatnya karya sastra adalah penjabaran abstraksi. Sastra juga didukung oleh cerita. Dengan cerita, orang lebih mudah tertarik, dan dengan cerita orang lebih mudah mengungkapkan gagasannya dalam bentuk yang tidak normatif.

Sastra dan seni erat hubungannya dengan Ilmu Budaya Dasar. Materi-materi dalam yang dibahas Ilmu Budaya Dasar tentunya berkaitan dengan sastra dan seni. Begitupun budaya Indonesia yang di dalamnya sangat menunjukkan adanya sastra dan seni.

Ilmu Budaya Dasar Yang Dihubungkan Dengan Prosa

Prosa adalah suatu jenis tulisan yang dibedakan dengan puisi karena variasi ritme yang dimilikinya lebih besar, serta bahasanya yang lebih sesuai dengan arti leksikalnya (sesuai dengan kamus). Kata prosa berasal dari bahasa latin “prosa” yang artinya “terus terang”.

Prosa biasanya dikenal dengan fiksi dan juga sering diartikan sebagai cerita rekaan, prosa cerita, dan sebagai cerita.

Menurut kesusatraan bahasa Indonesia, terdapat dua macam prosa, yaitu:

  1. Prosa lama:
  • Dongeng
  • Hikayat
  • Sejarah
  • Epos
  • Cerita pelipur lara

2.  Prosa Baru:

  • Cerita pendek
  • Roman
  • Biografi
  • Kisah
  • Autobiografi

Contoh karya sastra:

  1. Cerita Panji
    Mengisahkan perkawinan Panji Inu Kertapati, putra raja Kahuripan dengan Galuh Candra Kirana, putri raja Daha.  Perkawinan berlangsung setelah berhasil mengatasi berbagai  kesulitan.

2. Hikayat Hang Tuah
Mengisahkan perkawinan Hang Tuah, abdi raja Malaka yang setia dan berani.

Contoh prosa lama (dongeng):

Pogi Yang Malang

     Pogi adalah pemuda yang malas. Kerjanya hanya makan, tidur, dan bermain-main. Ayah dan ibunya tidak melarang sebab mereka adalah keluarga kaya. Apa saja kemauan Pogi selalu dituruti.
      Suatu pagi, Pogi pergi bermain ke hutan. Di tengah perjalanan ia bertemu dengan seorang pengembara yang membawa lima karung yang berat.
      ”Hai, pemuda! Maukah kau menolongku membawa karung ini ke kota?” tanya  pengembara itu. Pogi pura-pura tidak mendengar. Ia tetap berjalan perlahan sambil mengamati tumbuhan.
      ”Nak, aku akan memberimu salah satu dari kantong ini. Silahkan pilih!” Pogi masih pura-pura tidak mendengar. Huh! Tadi minta tolong sekarang malah mau memberi karung. Paling-paling isinya cuma sampah, batin Pogi.
       ”Anak muda, karungku yang bertali merah ini berisi ramuan obat segala penyakit, sedangkan yang bertali biru berisi bibit padi segala musim. Atau kamu mau karung dengan tali berwarna putih? Ini berisi kain sutera pilihan, yang bertali hijau berisi aneka macam penyedap masakan, dan yang berwarna kuning berisi emas permata. Nah, pilihlah salah satu!”
      ”Ah, baiklah.”kata Pogi semangat. ”Aku pilih yang berwarna kuning saja.”
      ”Apakah kamu yakin karung ini membawa keberuntungn bagimu?”
     ”Sangat yakin. Sudahlah, cepat berikan. Aku tidak sabar membawanya pulang.” omel Pogi. Pengembara itu menyerahkan karung yang bertali kuning. Pogi langsung membawa karung itu pergi tanpa berterima kasih. Setelah agak jauh, dibukanya karung itu. Ah, betapa gembiranyaPogi saat melihat banyak emas di dalamnya. Pogi lalu melanjutkan perjalanan pulang. Tiba-tiba…
     ”Pokoknya kalau bertemu orang kaya, kita rampok saja.” kata salah satu orang. Pogi yang mendengar suara itu, cepat-cepat bersembunyi. Setelah kedua orang itu berlalu, Pogi segera keluar dari persembunyiannya. Ia meneruskan dengan tergesa-gesa dan takut. Sampailah Pogi di tepi sungai. Di tempat penyeberangan itu tampak sepi. Hanya ada tiga penarik perahu.
        ”Sepi sekali hari ini.”ujar yang bertubuh paling kecil.
        ”Benar tidak seperti bisanya.” jawab yang berambut keriting.
        ”Bagaimana kalau kita rampok saja orang yang menyeberang dengan perahu kita ini ?” tanya yang bertubuh kekar.
       Ketiga penarik perahu tertawa terbahak-bahak. Mendengar hal itu Pogi semakin ketakutan. Diambilnya jalan pintas. Pogi berenang menuju ke seberang sungai. Sesampainya di tengah sungai, seekor buaya menuju ke arahnya.
      Tanpa ragu-ragu, Pogi memukul moncong buaya itu dengan karung yang dipanggulnya. Buaya itu malah membuka moncongnya. Pogi tak banyak berpikir. Dilemparnya karung berisi emas itu ke arah buaya. Lemparan tepat sekali. Buaya itu kesulitan mengunyah karung. Pogi merasa musuhnya lengah. Ia berenang ke tepian secepatnya.
     Sejak kejadian itu, Pogi menjadi sadar., ternyata emas tidak mendatangkan keberuntungan baginya. Justru mendatangkan bahaya. Sejak itu Pogi menjadi rajin dan bijaksana.

Dikutip dari: Sumber

Nilai-nilai Dalam Prosa Fiksi

Ada beberapa hal yang terkandung dalam prosa fiksi, yaitu:

  1. Prosa fiksi memberi rasa senang atau bahagia.
  2. Prosa fiksi memberikan informasi yang terkandung di dalamnya.
  3. Prosa fiksi memberikan warisan budaya.
  4. Prosa fiksi dapat memberikan suatu penyesuaian wawasan.

Ilmu Budaya Dasar Dihubungkan Dengan Puisi

Kita mengenal puisi sebagai suatu rangkaian kata-kata yang bermakna indah. Puisi termasuk ke dalam karya sastra. Jika kita telaah lebih dalam, puisi adalah suatu rangkaian kata-kata yang penuh dengan makna hidup, alam, bahkan keTuhanan yang di ekspresikan oleh sang penyair dalam bentuk tulisan maupun ekspresi dari puisi yang dibacakan.

Penyajian puisi akan kita temukan dalam Ilmu Budaya Dasar. Beberapa hal yang mendasari penyajian puisi dalam Ilmu Budaya Dasar adalah:

  1. Adanya hubungan di dalam pembuatan puisi dengan pengalaman hidup si penulis.
  2. Adanya kesadaran seseorang dari suatu kejadian yang dialaminya.
  3. Puisi dan keinsyafan sosial.

Menurut saya, hubungan antara IBD dengan seni dan juga karya sastra sangat erat kaitannya. Karena kita adalah manusia, kita hidup berbudaya. Manusia pasti dan akan selalu mengekspresikan kebudayaan-kebudayaan tersebut, baik dalam sebuah puisi ataupun dalam prosa. Sehingga, ekspresi manusia dapat dituangkan dalam rangkaian puisi-puisi indah atau cerita-cerita yang memiliki makna yang mendalam.

Nama  : Annisa Riska Medita

Kelas  : 1PA10

NPM  : 10512977

Sumber: http://saddamhuseinritonga.blogspot.com/2012/03/blog-post.html

Sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Prosa

Sumber:http://www.sentra-edukasi.com/2011/08/karya-sastra-indonesia.html#.UHPK5K5yldg

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: