Manusia dan Kebudayaan

1 Oct
                              Sumber

Berbicara mengenai manusia dan kebudayaan, keduanya merupakan satu ikatan yang tidak bisa dipisahkan satu sama lain di kehidupan ini. Manusia adalah makhluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna sehingga manusia dapat menciptakan kebudayaannya sendiri.

1. HAKEKAT MANUSIA

Manusia adalah ciptaan Tuhan yang paling sempurna diantara ciptaan Tuhan lainnya. Selain jiwa dan raga, Tuhan menciptakan manusia dilengkapi dengan akal, pikiran, dan juga hawa nafsu. Tuhan menanamkan akal, pikiran, dan memberi hawa nafsu kepada manusia tentunya memiliki tujuan. Tuhan menanamkan kita akal dan pikiran agar mampu kita gunakan untuk kebaikan kita sendiri dan untuk kebaikan dengan sesama manusia lainnya. Selain itu, akal dan pikiran tersebut dapat digunakan manusia untuk mengembangkan semua ciptaan Tuhan di dunia ini. Manusia diberikan hawa nafsu agar mampu tetap hidup di dunia ini bersama segala isinya.

2. KEPRIBADIAN BANGSA TIMUR

Kita tinggal di Indonesia yang termasuk ke dalam bangsa timur yang terkenal juga dengan budaya timur yang sangat kental. Indonesia terkenal akan kepribadiannya yang baik dan ramah. Orang – orang dari wilayah lain sangat suka dengan kepribadian bangsa timur yang tidak individualistis dan saling tolong menolong satu sama lain.

  • BAGAN PSIKO-SOSIOGRAM MANUSIA

Bagan psiko-sosiogram manusia (source)

Keterangan :

No. 7 & 6 : Disebut sebagai daerah tak sadar dan sub dasar. Tak sadar karena sudah tertanam jauh dalam diri manusia dan tidak bisa disadari oleh manusia itu sendiri. Sub sadar karena sewaktu-waktu unsur yang sudah tertanam bisa meledak keluar lagi dan mengganggu kebiasaan sehari-hari.

No 5 : Disebut kesadaran yang tidak dinyatakan. Pikiran-pikiran dan gagasan-gagasan  yang ada disimpan sendiri oleh manusia dan tidak ada seorang pun yang dapat mengetahuinya.

No. 4 : Disebut kesadaran yang dapat dinyatakan. Manusia mengungkapkan kepada orang lain apa yang ada di pikirannya.

No. 3 : Disebut lingkaran hubungan karib. Disini manusia memiliki seseorang atau sesuatu yang dianggap bisa menjadi tempat curahan hatinya atau untuk meminta bantuan.

No. 2 : Disebut lingkaran hubungan berguna. Bisa dianalogikan antara penjual dan pembeli.

No. 1 : Disebut lingkaran hubungan jauh yang berarti pikiran dan gagasan manusia mengenai berbagai hal.

No. 0 : Disebut lingkaran dunia luar yang berarti tentang pendapat dan pikiran sesorang tentang dunia atau tempat yang belum pernah dikunjunginya.

3 PENGERTIAN KEBUDAYAAN

Budaya berasal dari bahasa sansekerta yaitu buddhayah yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (akal), yang diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan akal dan budi manusia

Budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi. Budaya, merupakan bagian tak terpisahkan dari diri manusia sehingga banyak orang cenderung menganggapnya diwariskan secara genetis.

Kebudayaan sangat erat hubungannya dengan masyarakat. Berikut beberapa pengertian kebudayaan menurut beberapa tokoh

  • Herskovits memandang kebudayaan sebagai sesuatu yang turun temurun dari satu generasi ke generasi yang lain, yang kemudian disebut sebagai superorganic.
  • Andreas Eppink, menurutnya kebudayaan mengandung keseluruhan pengertian nilai sosial,norma sosial, ilmu pengetahuan serta keseluruhan struktur-struktur sosial, religius, dan lain-lain, tambahan lagi segala pernyataan intelektual dan artistik yang menjadi ciri khas suatu masyarakat.
  • Edward Burnett Tylor, kebudayaan merupakan keseluruhan yang kompleks, yang di dalamnya terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain yang didapat seseorang sebagai anggota masyarakat.
  • Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi, kebudayaan adalah sarana hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat.

Dari pengertian-pengertian tersebut, dapat disimpulkan bahwa kebudayaan adalah sesuatu yang akan memengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari, kebudayaan itu bersifat abstrak.

4. UNSUR-UNSUR KEBUDAYAAN

  • Sistem Religi

Kepercayaan manusia terhadap adanya Sang Maha Pencipta yang muncul karena kesadaran bahwa ada zat yang lebih dan Maha Kuasa.

  • Sistem Organisasi Kemasyarakatan

Sistem ini muncul karena manusia menyadari bahwa meskipun diciptakan sebagai makhluk yang paling sempurna namun tetap memiliki kelemahan dan kelebihan dalam diri masing–masing sehingga, timbul rasa utuk berorganisasi dan bersatu.

  • Sistem Pengetahuan

Sistem pengetahuan terlahir karena setiap manusia memiliki akal dan pikiran yang berbeda sehingga memunculkan dan mendapatkan sesuatu yang berbeda pula, sehingga perlu disampaikan agar yang lain juga mengerti.

  • Sistem Mata Pencaharian Hidup dan Ekonomi

Sistem ini terlahir karena manusia memiliki hawa nafsu dan keinginan yang tidak terbatas dan selalu menginginkan sesuatu yang lebih.

  • Sistem Teknologi dan Peralatan

Sistem ini terlahir karena manusia mampu menciptakan barang–barang dan sesuatu yang baru agar dapat memenuhi kebutuhan hidup dan membedakan manusia dengam makhluk hidup yang lain.

  • Bahasa

Pada awalnya hanya sebuah kode, tulisan hingga berubah sebagai lisan untuk mempermudah komunikasi antar sesama manusia. Bahkan sudah ada bahasa yang dijadikan bahasa universal seperti bahasa Inggris.

  • Kesenian

Setelah memenuhi kebutuhan fisik, manusia juga memerlukan sesuatu yang dapat memenuhi kebutuhan psikis mereka sehingga lahirlah kesenian yang dapat memuaskan.

5. WUJUD KEBUDAYAAN

  • Kompleks Gagasan, Konsep, dan Pikiran Manusia

Kebudayaan yang muncul dan hidup karena adanya gagasan – gagasan baru, konsep yang matang serta buah dari pikiran yang kreatif. Wujudnya dapat ditemukan dalam sebuah buku – buku, arsip dan sebagainya.

  • Kompleks Aktivitas

Aktivitas manusia dengan lingkungan sekitar dalam kegiatan sehari hari dari waktu ke waktu memunculkan sesuatu untuk diabadikan, difoto dan juga diobservasi.

  • Wujud Segala Benda

Aktivitas manusia sehari–hari umumnya dilakukan dengan menggunakan benda sebagai sarana dan prasarana. Dari situ lahir kebudayaan dalam bentuk fisik yang konkret, bisa bergerak maupun tidak.

6. ORIENTASI NILAI BUDAYA

  1. Hakekat Hidup:
  • Hidup itu buruk.
  • Hidup itu baik.
  • Hidup itu buruk tetapi manusia wajib berikhtiar supaya hidup menjadi lebih baik.

2. Hakekat Karya:

  • Karya itu untuk nafkah hidup.
  • Karya itu untuk kedudukan, kehormatan.
  • Karya itu untuk menambah karya.

3. Orientasi Waktu:

  • Orientasi ke masa kini.
  • Orientasi ke masa lalu.
  • Orientasi ke masa depan.

4. Pandangan Terhadap Alam:

  • Manusia tunduk terhadap alam yang dahsyat.
  • Manusia berusaha menjaga keselarasan alam.
  • Manusia berusaha menguasai alam.

5. Hubungan Manusia dengan Manusia:

  • Rasa ketergantungan terhadap sesamanya.
  • Ketergantungan pada atasan.
  • Individualisme menilai tinggi usaha atas kekuatan sendiri.

7. PERUBAHAN KEBUDAYAAN

Perubahan sosial budaya merupakan gejala umum yang terjadi sepanjang masa dalam setiap masyarakat. Perubahan itu terjadi sesuai dengan hakikat dan sifat dasar manusia yang selalu ingin mengadakan perubahan.

Perubahan budaya dapat terjadi akibat munculnya perubahan lingkungan masyarakat, penemuan baru, atau kontak dengan kebudayaan lain. Manusia selalu ingin membuat inovasi-inovasi dalam kehidupan. Manusia selalu ingin menciptakan sesuatu yang sebelumnya tidak terpikirkan. Manusia selalu ingin memperbarui segala sesuatu yang ada. Hal tersebut yang membuat adanya perubahan budaya yang terjadi dalam masyarakat luas.

8. KAITAN MANUSIA DAN KEBUDAYAAN

Manusia dan kebudayaan sebenarnya jelas berbeda, namun kenyataannya manusia dan kebudayaan merupakan satu kesatuan. Manusia menciptakan kebudayaan, dan setelah kebudayaan itu tercipta, maka kebudayaan mengatur manusia agar sesuai dengannya. Contoh konkretnya adalah senyuman dan sapaan. Kita sebagai masyarakat yang tinggal di Indonesia, tentunya hal tersebut sudah mendarah daging dalam kehidupan. Setiap bertemu dengan orang baru, entah siapapun mereka, kita selalu menyapa atau pun selalu memberi senyuman kepada mereka. Indonesia adalah bangsa timur, memiliki budaya timur, dan sangat dikenal dengan keramahannya. Itulah mengapa manusia dan kebudayaan erat kaitannya satu sama lain.

Hubungan antara manusia dan kebudayaan ini dapat dipandang setara dengan hubungan antara manusia dengan masyarakat yang dinyatakan sebagai dialektis, maksudnya saling terikat satu sama lain. Proses dialektis ini tercipta melalui 3 tahap yaitu

  • Eksternalisasi : Proses dimana manusia mengekspresikan dirinya dengan membangun dunianya. Melalui eksternalisasi ini masyarakat menjadi kenyataan buatan manusia.
  • Obyektivasi : Proses dimana masyarakat menjadi realisasi obyektif, yaitu suatu kenyataan yang terpisah dari manusia dan berhadapan dengan manusia. Dengan demikian masyarakat dengan segala pranata sosialnya akan mempengaruhi bahkan membentuk perilaku manusia.
  • Internalisasi : Proses dimana masyarakat disergap kembali oleh manusia. Maksudnya bahwa manusia mempelajari kembali masyarakatnya sendiri agar dia dapat hidup dengan baik, sehingga manusia menjadi kenyataan yang dibentuk oleh masyarakat.

Sumber : http://arikaka.com/manusia-dan-kebudayaan/

Sumber : http://vatonilv.blogspot.com/2012/04/pengertian-kebudayaan.html

Sumber : http://saefulnugroho.blogspot.com/2012/03/faktor-yang-mempengaruhi-perubahan.html

Sumber : http://www.scribd.com/doc/38517404/Orientasi-Nilai-Budaya-Manusia

Sumber : http://www.ristizona.com/2010/05/isbd-kaitan-manusia-dengan-kebudayaan.html

Nama : Annisa Riska Medita

Kelas : 1PA10

NPM: 10512977

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: